Wednesday, September 16, 2020

Rindu

 



Aku tahu kalian tidak peduli,aku pun malu mengakui RINDU.

Tidak malu juga sebenarnya,karna menjadi dewasa dan abdi negara ,harus mampu melawan dan bersembunyi dari banyak rasa.

Entah kenapa,aku merasa tulisan ini harus kalian baca,termasuk temen temen media sosialku.Lucu ya. cerita ini  di bagikan kepada entah dan dengan tujuan seperti tanda tanya besar.konten katanya,biar kita di anggap ada atau stigma busuk kekiniian.

Tapi tak apalahh aku tak peduli akan hal itu semua,lagi pula tak ada yg peduli. begitulah media sosial bekerja, kita berharap ada orang lain yg suka. kita sebenrnya mulai krisis. ada gejala orang yg terdekat kita menjadi orang yg asingg saat ini. untuk itu, kita menaruhnya dimedia sosial.

Untuk waktu 5 bulan,aku disini di temani banyak sahabat,aku sehat dan baik sejauh ini,tp jgn tanya sudah berapa kali aku menangis dalam hati disini. yang aku syukuri,rasa beruntung tetap masih bisa bersama kaliann,orang orang baik dan cerdas. masih di teriaki "ayo cepat cepat udah mau apel pagi di kala mentari udah mulai malu malu menampakan diri". jadi bersyukurlah. pesanku sungguh panjang,dan banyak babak yang sebeneranya,tpi ku persingkat dengan doa yg singkat dan di dalam saja.

Oh iya,sebelum perpisahan itu datang dan menjadikan kita lebih dewasa,berkelana dan makin pendiam,sampaikan kepada sahabat 14 orang itu,jika mereka teman yg baik.untuk itu harus banyak bercerita akan keluh kesah kita dan mengusap bahunya,kita banyak lupa ,jika PUD yg tidak rapi buktinya masih ada yg bantuin merapikan. yg terpenting kita akan bertemu kembali dan segera setelah perpisahan nanti. semoga aku bisa keluar dari zona nyaman ini,karena aku capek hidup yg lalu di antara asap warung bertahun tahunn.

Sidik Hari Prasetyo, S.I.kom


0 comments:

Post a Comment