Ishal's Blog Sharing about my story and also tips and trick about Computer

Tuesday, September 22, 2020

Hidup Menua

Oleh : Letda Chb Sidik Hari Prasetyo, S.I.kom.


teruntuk kamu :❤️

Jika bisa, aku ingin selalu menjadi kanak kanak dan tidak keberatan dianggap kekanak kanakan. Kalau jadi dewasa berarti harus mengubur imajinasi, meredam hasrat bermain-main, harus jaga wibawa, tidak boleh mudah tertawa karena mau serius melulu, harus pandai menyembunyikan perasaan dari orang - orang karena begitulah cara orang dewasa memperkecil kemungkinan konflikk. Harus berbelit belit dan punya banyak jawaban rumit untuk mengatasai soal-soal yang sederhana dalam hidup karena mulai jadi orang penting, harus jaga jarak satu sama lain atas nama privasi, harus seribu satu akal untuk sekedar menyatakan RINDU, harus kehilangan kewarasan hidup karena bagi orang yang mengaku dewasa, hari depan bukan hanya perkara kau dan aku. Jika memang aku dan kau suka dancow, bisakah kita sepakat untuk kekanak-kanakan saja untuk hidup menua?


Wednesday, September 16, 2020

Rindu

 



Aku tahu kalian tidak peduli,aku pun malu mengakui RINDU.

Tidak malu juga sebenarnya,karna menjadi dewasa dan abdi negara ,harus mampu melawan dan bersembunyi dari banyak rasa.

Entah kenapa,aku merasa tulisan ini harus kalian baca,termasuk temen temen media sosialku.Lucu ya. cerita ini  di bagikan kepada entah dan dengan tujuan seperti tanda tanya besar.konten katanya,biar kita di anggap ada atau stigma busuk kekiniian.

Tapi tak apalahh aku tak peduli akan hal itu semua,lagi pula tak ada yg peduli. begitulah media sosial bekerja, kita berharap ada orang lain yg suka. kita sebenrnya mulai krisis. ada gejala orang yg terdekat kita menjadi orang yg asingg saat ini. untuk itu, kita menaruhnya dimedia sosial.

Untuk waktu 5 bulan,aku disini di temani banyak sahabat,aku sehat dan baik sejauh ini,tp jgn tanya sudah berapa kali aku menangis dalam hati disini. yang aku syukuri,rasa beruntung tetap masih bisa bersama kaliann,orang orang baik dan cerdas. masih di teriaki "ayo cepat cepat udah mau apel pagi di kala mentari udah mulai malu malu menampakan diri". jadi bersyukurlah. pesanku sungguh panjang,dan banyak babak yang sebeneranya,tpi ku persingkat dengan doa yg singkat dan di dalam saja.

Oh iya,sebelum perpisahan itu datang dan menjadikan kita lebih dewasa,berkelana dan makin pendiam,sampaikan kepada sahabat 14 orang itu,jika mereka teman yg baik.untuk itu harus banyak bercerita akan keluh kesah kita dan mengusap bahunya,kita banyak lupa ,jika PUD yg tidak rapi buktinya masih ada yg bantuin merapikan. yg terpenting kita akan bertemu kembali dan segera setelah perpisahan nanti. semoga aku bisa keluar dari zona nyaman ini,karena aku capek hidup yg lalu di antara asap warung bertahun tahunn.

Sidik Hari Prasetyo, S.I.kom


Wednesday, September 9, 2020

Senja

 Siluet Gadis Wanita - Gambar gratis di Pixabay

15A090920

Hari rabu adalah salah satu hari yang ditunggu-tunggu oleh para peserta didik yang sedang menimba ilmu dalam pendidikan, karena setiap sore kami diperbolehkan untuk keluar ksatriaan untuk melaksanakan pesiar, entah untuk mencari peralatan yang dibutuhkan, ngopi-ngopi, atau hanya untuk mencari udara segar. Selain itu, ini adalah waktunya kami berinteraksi dengan orang luar, baik masyarakat maupun rekan-rekan yang berada diluar. 

Pesiar hari ini adalah pesiar pertama setelah sekian lama saya di karantina dalam pendidikan, tentunya dengan pesiar pertama ini ingin sekali merasakan dunia luar. Saya bersama 4 rekan saya berencana untuk makan di daerah Cimahi Mall. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di  Gokana yang berada di Cimahi Mall. Karena sudah lama tidak makan seperti itu akhirnya saya makan dengan beberapa menu karena saking kelaparannya (lapar mata sebenarnya) 😅.   Okelah mulai sekarang tulisannya jangan terlalu baku. 

Setelah itu kami belum tau mau kemana, masih abu-abu karena memang belum ada rencana kemana2.. Setelah berunding bacotan-bacotan akhirnya kami memutuskan untuk nongkrong di sebuah warung kopi daerah cimahi, namanya "duduk coffee".. Nah cerita dimulai dari sini....

Oh iya kami disini menyewa mamang grab car selama 4 jam, artinya si mamang grab ini selalu mengikuti kami kemanapun kami berada, tentunya dengan offline ya biar lebih enak juga negonya.. 
Oke kembali lagi ke cerita, kami berlima seperti biasa datang ke coffee shop itu dan memesan makanan dan minuman. Saya memesan menu andalan yang biasa saya minum di coffee shop, yaitu Hot Cafe Latte.. Karena sebenernya saya memang pecinta kopi, namun lebih suka kopi yang tidak terlalu "strong" paitnya, dan juga kalau pake latte biasanya lebih banyak susu nya.. 

Teman-teman yang lain pun pesan berbagai macam jenis makanan, mulai dari cake, ayam geprek (tumben di tempat coffee shop ada ayam geprek) hingga minuman seperti jus dan soda-soda..

Disana kami ketawa-ketawa bercerita mengenai kelucuan-kelucuan yang ada di pendidikan, berintermezo mengenai kehidupan-kehidupan kuliah sampai akhirnyaa...........

Tiba-tiba ada cewek yang menghapiri, hmm sebenernya bukan menghampiri sih, tapi diajak salah satu teman untuk kesana . Nah ternyata cewek itu familiar di muka kami, karena doi salah satu peserta yang ikut di tingkat pusat.. Lalu teman saya itu, sebutlah namanya si Sid, mengenalkan doi ke kami.. ku kira dia temen deketnya si Sidik, tapi ternyata doi belum punya pacar (sempet lega juga dengernya hahaha). Orangnya bukan orang yang kaku, doi bisa bergabung dan mengobrol bersama kami, yaa sambil sedikit-sedikit ada yang godain hahaha.. Menurutku doi orangnya asik diajak ngobrol dan sepertinya bukan orang yang terlalu idealis terhadap suatu hal (artinya orangnya asik lah gitu ga serius-serius).. Setelah ngobrol-ngobrol dikit akhirnya tanya nomor hp dan ternyata di kasih, mulai dari WA nya sampai IG nya hahaha.. 

Karena ingin mengenal lebih lanjut, akhirnya saya memberanikan diri untuk mulai chat-chat basi, yaa namanya juga udah lama ga deketin cewek, jadi bingung juga sebenernya gimana deketin hahaha 😅 tapi yaudah lah chat basa-basi aja, di respon syukur, gak di respon pun syukur.. Ternyata setelah di chat  responnya baik (alhamdulillah) jadi ngebuat semakin penasaran.. 

Akhirnya beberapa hari kami chattingan dengan doi, dan karena pensaran akhirnya saya mengajak ngopi di sabtu malam, karena memang saya baru diperbolehkan keluar di sabtu sore dari pusdik. Tujuannya karena ingin ngobrol-ngobrol dengan doi agar lebih mengenal. Tapi ternyata hari sabtu adalah hari keberangkatan dia ke timur sana. Hmm sempet kaget juga sih baru tau dia mau pergi, tapi ya mungkin memang belum kesempatan untuk ketemu doi. Mungkin suatu saat apabila diberi kesempatan ingin sekali mengenal lebih dekat tentang doi, tapi ntah lah waktunya kapan. Karena jarak hampir 4000 KM. Tapi apabila diberi kesempatan tugas disana, sudi lah kami untuk mampir kesana, ingin juga mengenal lebih jauh, karena ada suatu hal yang ingin kusampaikan tentang perasaan ini, mulai resah hari-hari ini.. 

Memang Senja sering melahirkan senyum, rindu, dan juga penasaran.. 
Seperti Senja yang setia menanti matahari menepi. Seperti itulah aku menantimu kembali..